Belajar Menggunakan Tehnik Hedging
dan cross hedging
Tehnik
Hedging Yaitu tehnik untuk tujuan menlindungi
nilai. berarti kita membuka dua posisi
yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating tetap
sama.
Tehnik
Hedging atau Locking kata-kata ini diambil karena saat kita menggunakan
tekhnik ini posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu
bergerak beriringan.
Secara
logika, hedging ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena berarti kita bermain
dengan diri kita sendiri. coba bayangkan pada saat yang sama anda melakukan
posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan posisi sell 1 lot pada
pasangan GBP/USD. hal ini berarti profit anda di salah satu posisi merupakan
kerugian anda pada posisi yang lain.
Di Broker forex Marketiva dan FXOpen kita bisa melakukan sistem hedging
apabila posisi yang kita buka berlawanan dengan prediksi kita, tetapi ada
beberapa broker yang tidak menyediakan fasilitas hedging.
Berbeda dengan hedging, CROSS HEDGING berarti kita membuka dua posisi
yang berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih searah.
Maksudnya di sini adalah trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang
cenderung sama seperti: GBP/USD dengan EUR/USD ; AUD/USD dengan NZD/USD.
Contoh cerita :
Anda memprediksi harga EUR/USD akan naik maka
anda membuka posisi Buy dengan harapan harga akan naik.
Dan
, ternyata harga sebaliknya yaitu turun
Dan
anda coba kembali menganalisa dan kesimpulannya: USD memang menguat tapi akan
melemah kembali (Harga EUR/USD memang akan turun tapi akan naik kembali)
Dan
dari analisa anda, anda memutuskan :
1.
Menahan posisi Buy EUR/USDnya (dalam artian tidak anda ditutup)
2. lalu anda Membuka lagi posisi baru Sell
EUR/USD ( supaya mendapatkan keuntungan saat EUR/USD turun )
Nah
perhatikan apa yang terjadi
Misalnya
anda membeli (buy) 1 lot EUR/USD saat harga 1.9930 dan saat ini harga nya
1.9927, sehingga kerugian 3 point (1.9927 – 1.9930)
Kemudian
saat itu juga anda membuka posisi Sell 1 lot EUR/USD saat harga 1.99.
Nah
perhatikan kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9925 dan harga EUR/USD bergerak ke
1.5900
1.
Posisi Buy GBP/USD: 1.9925 – 1.9930 = -5 point (rugi) 2. Posisi Sell EUR/USD:
1.5900 – 1.5888 = 2 point (laba) 3. TOTAL Rugi Laba: -5 + 2 = -3point
Bagaimana
kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9934 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5881
1.
Posisi Buy GBP/USD: 1.9934 – 1.9930 = 4 point (laba) 2. Posisi Sell EUR/USD:
1.5881 – 1.5888 = -7 point (rugi) 3. TOTAL Rugi Laba: 4 + (-7) = -3point
Kesimpulannya: karena arah GBP/USD dan EUR/USD cenderung
sama, maka total rugi laba juga akan cenderung berada di -3 point
Kita
lanjutkan ke kisah kita kembali nah kemudian harga EUR/USD bergerak ke 1.5880
maka Mr. X segera menutup posisi Sell EUR/USDnya yang dibuka dengan harga
1.5888 sehingga ia profit 8 point
Dan
setelah beberapa saat
Sesuai
dengan prediksi Mr. X harga GBP/USD kembali naik sampai 1.9936, maka dia
menutup posisi Buynya yang dibuka pada harga 1.9930 sehingga ia profit 6 point.
Tips
untuk Anda:
1. Cross hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan
menghasilkan profit seperti contoh kasus di atas 2. Pergerakan pasangan mata
uang yang serumpun tidak selalu searah. Terkadang GBP/USD bergerak naik, namun
EUR/USD bergerak turun. Hal ini mungkin terjadi apabila mata uang GBP yang
mengalami penguatan dan EUR mengalami penurunan. 3. Pergerakan pasangan mata
uang yang serumpun tidak selalu identik. Artinya apabila GPB/USD menguat 5
point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti menguat sebanyak 5 point.
Kelemahan
Cross hedging:
1.
Mata uang yang serumpun tidak selalu searah. 2. Kalaupun searah tidak identik. Berikut ini contohnya, misalkan
hari ini GBP/USD menguat sebesar 100 poin, EUR/USD juga menguat, tetapi
hanya 50 poin. Artinya keduanya sama-sama menguat tapi tidak identik sama (100
poin).
Sumber
: belajarforexdotcom


Posting Komentar